Awas, Penjual Durian Gadungan

Hati-hati jika Anda tergiur membeli durian di sepanjang jalan pantura Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. 
Minggu, 13 Desember 2015 lalu, saya dan teman-teman yang kembali dari pelancongan di Semarang menuju Jakarta jadi salah satu korban para oknum penjual durian di daerah yang ditandai patung durian itu.
Salah satu teman saya, tertaik melihat durian dijajakan oleh para Bapak dan Ibu yang kami kira adalah petani durian.
Lalu, minibus yang kami kendarai menepi. Dalam sekejap para penjual durian menyerbu mobil kami. Bahkan, di antara mereka ada yang berani membuka pintu mobil, dan ujug-ujug menaruh paket durian yang diikat tali rafia di dalam mobil. Saya segera mencegahnya. Lalu, beberapa orang teman saya turun untuk memilih-milih durian dan bernegosiasi harga dengan penjualnya.

Sepakatlah teman saya dengan salah satu penjual durian itu. Tujuh buah durian disepakati berharga Rp50.000. Sangat murah untuk durian seukuran itu. Tak lama setelah dibayar, ibu-ibu penjual durian itu lari terbirit-birit. Oh, mau segera mengambil durian lain untuk dijual, pikir saya. Lalu, pengemudi minibus pun membantu kami mengupas durian... daaaan....




Jreng! Jreng! Duriannya busuk semua. Rusak. Tak ada satupun yang bisa dimakan. Astaga. Ternyata kami kena tipu. Pantas saja Ibu penjualnya tadi menghilang dalam sekejap. Tak hanya itu, penjual lain yang tadi mengerubuti kami mendadak hilang!
Dengan perasaan dongkol dan kesal, kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di pom bensin terdekat. Di sana, kami dapat cerita dari penjual es dawet bahwa daerah tempat kami membeli durian tadi memang 'ladang penipuan'. Modusnya, penjual durian menjual durian berharga super murah, lalu langsung memasukkan durian ke dalam mobil. Jadi, tak ada kesempatan untuk makan di tempat bagi pembeli. Bahkan, katanya seminggu lalu ada keluarga dari Jakarta yang memborong sekarung durian seharga 500 ribu semua, langsung diangkut ke mobil, dan ternyata rusak semua. Saat kembali ke tempat penjualan, eh, semua penjual menghilang.

Lagi, berdasarkan info dari mas-mas penjual dawet itu, biasanya penjual durian jahat itu langsung ganti baju agar tidak dikenali pembeli yang terlanjur tertipu.
Huh. 
Karena Desy, teman saya, masih ingin makan durian, kami mampir di kios durian beneran. Kami makan di situ sampai puas. Tentu saja dengan harga yang tidak semurah durian 'gadungan'. 

Hati-hati ya guys, kalau ke daerah itu. Pastikan Anda cek dahulu duriannya sebelum pergi meninggalkan TKP. Harga memang tidak pernah bohong. He he he.

Comments

Popular posts from this blog

Ngadem di Curug Cijalu, Kabupaten Subang Jawa Barat

'Tertawan' di Negeri Serumpun Sebalai (Bangka-Belitung Part 1)