Jalan-jalan sendiri memang punya keasikan tersendiri. Nah, kali ini saya coba memberanikan diri jalan-jalan ke sisi barat Indonesia, yaitu Pulau Weh, Provinsi NAD. Sabtu pagi, setelah sebelumnya saya bermalam di Kota Banda Aceh dan menikmati kota itu dalam satu hari, saya bergegas menuju pelabuhan Ulee Lheue. Saya menumpang kapal yang paling pagi, yaitu KM. Express Cantika 89 pukul 8.00. Harga tiketnya Rp65.000 untuk kelas bisnis. Selain kelas tersebut, ada juga kelas eksekutif dan VIP dengan harga masing-masing Rp75.000 dan Rp95.000. Lama perjalanan, adalah 45 menit untuk sampai ke pelabuhan Balohan, Pulau Weh. KM. Express Cantika 89 Pelabuhan Ulee Lheue Di dalam kapal, saya memilih tempat duduk di dekat jendela. Sama halnya seperti saat naik pesawat atau kereta, saya lebih suka duduk di dekat jendela. Namun, kebetulan saya bertemu dengan beberapa teman saya, yang juga akan berwisata ke Pulau Weh. Hanya saja mereka tidak akan menginap di sana. Mereka a...
Baru kali ini makan gelato yang nyess... jleb... jleb... iwir iwir.... Walau cuaca di luar tidak bersahabat, a.k.a ujan terus, bukan halangan bagi saya untuk mencoba gelato yang manis dan segar rekomendasian Kakak Diah Eksanti yang baik hati. Nama tempatnya Tempo Gelato (2). Kok dua? Ternyata, katanya, tempat pertama ada di daerah Prawirotaman. Tempo Gelato (2) ini ada di kawasan Kaliurang KM 5 Jogjakarta, yang menurut saya adalah surga kuliner. Kalau kamu berangkat dari arah selatan, Tempo Gelato ini ada di sisi kanan, pas di seberang warun nasi padang. Nah, dalam kesempatan yang berbahagia ini (apasih), saya memilih gelato pakai waffle cone renyah. Saya ambil yang harganya Rp25.000. Ternyata, saya dipersilakan oleh simbaknya untuk memilih dua rasa. Karena strawberry, cokelat, vanila, dan kawan-kawannya sudah tak asing di lidah, saya penasaran dengan gelato rasa kiwi dan.... jeng jeng... KEMANGI! Iya, kalau kata orang Sunda mah, SURAWUNG. Wew, kebayang engg...
Siapa sih yang tidak tertarik dengan keindahan pantai-pantai yang ada di Pulau Belitung? Apalagi setelah keindahan alam di pulau itu diekspos melalui film Laskar Pelangi yang membekas di hati banyak orang. Karena melihat keindahan alam di film itu, juga video klip Nidji dengan lagu Laskar Pelangi, saya juga tertarik untuk berlibur di sana. Finally , kesempatan itu tiba. Saya bertemu dengan tanggal yang pas untuk berlibur ke Provinsi Bangka - Belitung di bulan Mei 2012. Pada kesempatan kali ini, saya berangkat bersama teman-teman saya, yaitu Arief, Puteri, Hudawi, dan teman baru saya, Winda. Sebetulnya, tujuan utama saya adalah Pulau Belitung. Tetapi, untuk mempraktikkan peribahasa 'sambil menyelam minum air' dalam kehidupan sehari-hari (apasih?), saya dan teman-teman memutuskan untuk mampir dulu ke Pulau Bangka. Nanti, dari Bangka kami akan mengendarai pesawat kecil, yaitu pesawat Sky Aviation, menuju Pulau Belitung. Pagi buta, saya dan teman-teman sudah siap terbang...
Comments
Post a Comment